skip to Main Content
Kenapa Korea? : Bagaimana Aku Terdampar Di Negeri Ginseng

Kenapa korea? : Bagaimana Aku terdampar di Negeri Ginseng

Sudah 15 bulan saya berada di Korea (waktu tulisan ini di buat), selama itu begitu banyak persitiwa berlalu ada yang menyenangkan dan tentunya ada pula yang tidak. Well sampai saat ini, di media social Instagram misalnya masih saja ada yang bertanya “Bagaimana bisa ke korea?”, “Pasti senang ya di Korea?” dan lain lain. Tiap kali menjawab pertanyaan itu sebenarnya agak bingung mau menjawab. Bukan karena tidak tahu apa yang bisa di ceritakan tapi karena ceritanya cukup Panjang dan sedikit berliku-liku. Bagi yang sudah bertanya dan belum puas dengan jawabannya mungkin tulisan ini bisa melengkapi rasa penasaran tersebut.

Kuliah di Korea itu bisa bikin pening

Bagaimana bisa ke korea?

Sebenarnya saya bukan pencinta Korea dan segala budayanya saat masih di Indonesia, bahkan mungkin sampai sekarang 🙄. Kalau bagi banyak orang ke Korea adalah Impian dan penuh keinginan menggebu-gebu karena Idol mereka missal atau terobsesi drama, saya tidak demikian. Lalu kenapa ke Korea? Mungkin kalian akan bertanya demikian.

Setelah lulus sarjana saya sudah punya keinginan untuk melanjutkan studi saya terutama di luar negeri, demi melihat bagaimana dunia ini dari sisi dunia yang lain. Tidak hanya melalui sudut pandang yang sama. Selain itu saya juga bertekad untuk mencari “gratisan” untuk melanjutkan kuliah.

Baca Juga: Cara mendaftar KGSP

Bagi orang diluar sana mungkin melihat jalan hidup saya mudah dalam mencari “gratisan” ini. Percayalah bagi kalian yang sudah pernah mendaftar beasiswa dan berjuang pasti tahu bagaimana perjuangan sebenarnya, tapi bagi kalian yang belum pernah maka segeralah mencoba 😁. Ini sama seperti pertanyaan “Bagaimana caranya dapat beasiswa?” jawabannya cuma 1. Caranya adalah dengan mendaftar beasiswa kalau tidak daftar seberapa pintar dan seberapa hebat kalian tidak mungkin bisa dapat, kecuali keluarga kalian hebat dan ada orang yang daftarkan kalian, tau-tau udah lulus aja.

Jadi demi mencapai ambisi saya tersebut saya mencoba mengecek dan mendaftar beasiswa-beasiswa yang tersedia, mulai dari Australia Awards, Newzeland, Erasmus dan tentu saja KGSP. Saya tidak bepatokan saya harus kuliah di negara A, B atau C asalkan saya bisa melanjutkan kuliah dan dan sesuai dengan jurusan saya. Keinginan saya hanya satu saya ingin “mencuri” segala ilmu lalu membagikan dan mengaplikasikannya agar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Semua itu ada yang mengatur

Mungkin akan ada yang bilang saya hebat dan punya pengalaman di luar negeri sebelumnya makanya bisa lulus. Percayalah satu-satunya alasan logis kenapa saya kuliah di Korea adalah beasiswa lainnya menolak saya 🤣. Bahkan saya sudah punya plan B kalau saya tidak dapat beasiswa di tahun ini (2017 waktu itu) saya akan mulai merantau lagi dan mencari kerja namun Allah berkata lain. Mungkin juga kalau saya di terima di tempat lain saya tidak akan ke Korea.

Jujur saja saya cukup tidak siap menghadapi budaya Korea, yang kalau dilihat via drama itu seperti bahagia. Padahal tekanannya itu cukup besar. Tidak perlu saya jelaskan di ini, silahkan saja google bagaimana pola kerja dan belajar orang korea. Bagi saya kemanapun itu sudah takdir dan pasti ada hikmah dari segalanya, toh saya sudah berusaha semaksimal mungkin.

Ini hanya kamuflase loh 

Tapi enak kan kuliah di Luar Negeri?

Kalau ini jawabannya bisa tergantung situasi dan dari mana kita melihat. Kalau melihat story-story di Instagram yang begitu bahagia dan bikin baper atau iri. Percayalah itu semua cuma kamuflase 🤣. Kalian lihat di Instagram yang kuliah di LN itu bahagia dan jalan-jalan terus. Ya itu karena kami kebanyakan mengekspose bagian itu saja, toh manusia juga kadang tak peduli kalau kami upload momen yang lagi menderita 🙄. Silahkan datang ke sini dan rasakan sendiri sensasinya, banyak kok yang missal exchange student dan bilang “nggak mau lagi ah kuliah di korea”. Anyway punya pertanyaan atau pendapat? tulis di kolom komentar di bawah ya

ediutomoputra

Born in Palu, grew in Palu, Malang, Porto.
Falling In Love with Photography,
Some of photo can be found at Instagram.com/ediutomoputra

Back To Top