skip to Main Content
Jeju Island : Mission Failed

Jeju Island : Mission Failed

Pulau jeju adalah pulau terbesar yang dimiliki korea selatan. Pulau jeju juga memiliki beberapa otonomi khusus, bagi pengunjung Indonesia misalnya bisa langsung ke pulau Jeju tanpa Visa asalkan dengan direct flight langsung ke Jeju.

Ada yang nanya, “Kenapa ke jeju? Kok enggak ke tempat lain?”. Jawabannya sih sederhana 😅 nggak jauh jauh dari dana. Waktu ke jeju kemarin tiket pesawatnya itu murah, MURAH pake BANGET 😁. Jadi tiket pulang-pergi Busan-Jeju kami waktu itu sekitar  ₩43.000, atau sekitar Rp.500.000-an. Bahkan lebih murah dari tiket KTX Busan-Seoul sekali jalan (Sekitar ₩40000 an juga). Penginapan pun nggak jauh beda 3 malam itu ₩45.000, jadi dengan budget 1juta rupiah udah bisa ke Jeju 😂.

Baca Juga : Tentang Autumn

Lalu apa sih specialnya Jeju? Yang paling menarik buat saya adalah Gunung Hallasan (한라산) yang merupakan gunung tertinggi di Korea Selatan nggak tinggi tinggi banget sih cuma sekitar 1950Mdpl dan kami tertantang sih menaklukkan puncak gunung ini. Untuk tempat lainnya bisa lihat dengan App “Jeju In Your Hands ” yang bisa di download di Playstore atau Appstore. Jadi selama 3 hari di sana kami hanya sempat bermain main ke beberapa tempat seperti Seongsan Ilchulbong Peak (성산일출봉), Manjanggul cave (만장굴) dan tentunnya Gunung Hallasan.

First Impression About Jeju

Sampai di Jeju yang pertama kali berbeda adalah anginnya 😁. Angin di Jeju itu kenceng-kenceng Busan aja kalah, ditambah suasana winter jadi serasa semriwing gitu 😅. Jeju itu lumayan sepi enggak seramai kota-kota lainnya di Korea Selatan. Orang-orang di jeju lebih friendly juga sama turis, mungkin karena udah terbiasa ya?. Bagi kaum fakir wifi jeju itu kayaknya cocok banget buat kamu 🤣, gimana enggak semua bis di jeju itu dilengkapi dengan Wifi gratis, bahkan kami pergi dari Busan ke Jeju itu nggak punya simcard korea juga, jadi kalau ilang mungkin enggak ketemu kali ya 😆. Bis di sini pun menurut saya lebih bagus dari bis di Busan, di hampir semua halte bus terdapat LCD untuk memantau posisi bis dan kita juga bisa mengecek rute busnya. Jadi Tertarik nggak nih ke jeju?

Gunung Hallasan

Jadi seperti yang saya bilang di awal, saya dan teman-teman sangat pengen menaklukan Hallasan. Di Hallasan sendiri ada 4 track utama untuk mendaki Gwaneumsa, Seongpanak Trail, Eorimok Trail, dan Yeongsil Trail. Kami sendiri menggunakan Seongpanak Trail yang merupakan track termudah namun juga merupakan track terpanjang. Saat kami tiba di pintu masuk Seongpanak Trail ada satu pemandangan yang sedikit mencengangkan, yaitu di bagian puncak Hallasan sudah berwarna putih alias bersalju di pintu masuknya pun sudah di peringatkan untuk berhati-hati dan menggunakan rantai pada sepatu agar tidak licin, namun kami yang tidak tahu kalau bakal ada salju dan memang tidak punya peralatan tetap nekat 😆.

Track Seongpanak

Track Seongpanak

Perjalanan mendaki sendiri kami mulai sekitar 8.30 pagi dari pintu masuk Seongpanak Trail panjang track ini sendiri sekitar 8,7 km. Di beberapa kilometer awal track ini sangat mudah bahkan terasa seperti berjalan saja kamipun sering mampir untuk berfoto-foto. Namun semakin lama track akan semakin sulit dan cukup mendaki. Diawal pula kami sempat melepas jaket karena cukup gerah walaupun sebenarnya cukup dingin. Semakin naik disamping track yang lumayan mendaki ada satu hambatan lagi, Salju!. Prediksi saya semalam sebelum kami mendaki salju baru saja turun dan semakin ke atas intensitas salju yang ada di track itu semakin banyak dan tentu saja licin.

Selama perjalanan saya cukup menikmatinya, bahkan rasa dingin saat mendaki itu tidak begitu terasa. Ditengah jalan kami baru menyadari kalau ada limit waktu untuk mendaki ke Hallasan. Jadi, di Seongpanak Trail kami harus sudah sampai di check point  terakhir (sekitar 6km dari pintu masuk) sebelum jam 12 siang, namun karena terlalu santai di awal dan track semakin keatas semakin licin dan sulit kami tiba di sana lebih dari jam 12, Sekitar 10-15 menit terlambat dan kami sudah tidak boleh mendaki keatas. Akhirnya kami pupus harapan dan misi ke Hallasan pun gagal.

Jadwal Mendaki Hallasan

Jadwal Mendaki Hallasan

Tapi saat di Check point tersebut, kami pun sedikit berpikir. Mungkin jika kami melanjutkan terus ke atas kami akan kesulitan dengan medan yang ada 😁. Petugasnya sendiri bilang kalau waktu tempuhnya bisa sekitar 1.5 jam dengan jarak tempuh 2.7km. Kondisi di check point tersebut jujur sangat dingin, bahkan ketika saya buka jaket badan seperti mengeluarkan uap (kaya super saiya 🤣). Kalau naik susah jalan turun dengan kondisi bersalju ternyata lebih susah, beberapa kali teman saya terpeleset. Jadi saran saya sebelum naik Hallasan pastikan siap alat dan jika ingin santai berangkatlah sepagi mungkin.

Seongpanak chekpoint

Seongpanak chekpoint Click to See in 360

Ilchulbong Peak (성산일출봉)

Ilchulbong Peak adalah sebuah bukit yang berasal dari erupsi gunung bawah laut sekitar 100.000 tahun lalu. Di sini waktu terbaik untuk datang adalah saat matahari terbit karena kita bisa melihat indahnya matahari terbit tersebut namun kami tidak sempat menikmatinya. Karena perjalanan dari tempat menginap kami cukup jauh 😅.  Dari bawah untuk naik kepuncak dan turun lagi durasinya sekitar 50 menit (kalau tidak menghabiskan banyak waktu di puncak ya). Pemandangan diatas itu cantik dan keren Cuma sayang waktu kami datang, cuaca sangat tidak mendukung awan kelabu ada dimana mana.

Ilchulbong Peak (성산일출봉)

Ilchulbong Peak (성산일출봉)(Click Pict to see in 360)

Manjanggul cave (만장굴)

Manjanggul Cave adalah gua lava terbaik di dunia panjangnya sendiri sekitar 13.5Km namun hanya 1km saja yang di buka untuk umum. Didalam gua tersebut kita bisa melihat bagaimana lava yang mengeras serta bentuk-bentuknya. Selama di dalam saya kepikiran, kalau gua semacam ini di jadikan rumah mungkin asik ya 😂, lumayan dingin dan tenang.

Manjanggul cave (만장굴)

Manjanggul cave (만장굴)

 

ediutomoputra

Born in Palu, grew in Palu, Malang, Porto.
Falling In Love with Photography,
Some of photo can be found at Instagram.com/ediutomoputra

Back To Top