skip to Main Content
Aku Dan Negeri Van Oranje : Leiden, Den Haag

Aku dan Negeri Van Oranje : Leiden, Den Haag

Masih tentang Belanda, perjalanan saya tak terhenti hanya di Amsterdam masih berlanjut ke kota-kota tetangga Amsterdam walaupun tempat stay masih di Amsterdam. Hampir Semua Kota di Belanda tak luput dari air. Ya, akan selalu ada canal-canal di kota-kota di Belanda.

Leiden

Perjalanan dari Amsterdam kami tempuh dengan durasi 1 jam menggunakan kereta cepat Belanda. Tiba disana kalian akan di suguhi suasana tenang dan sejuk. Waktu itu kota ini begitu tenang bahkan orang berlalu-lalang sangat sedikit.  Dari semua kota di Belanda baru di Leiden saya menemukan salah satu icon Belanda,.Wind mill sebuah icon yang mungkin saat ini lebih banyak berada di daerah pinggiran kota di bandingkan daerah metropolis.

Nongkrong di pinggiran sungai di Leiden sangat asik, angin sepoi-sepoi rasanya bikin mau tidur di kursi 😁. Banyak pula burung-burung liar di pinggiran sungai, bahkan angsa juga pun ada. Angsa di sini cukup jinak sepertinya bahkan seperti ada pawangnya. Mungkin bapak itu emang petugas pemberi makan hewan-hewan liar di sini. Angsa di sini juga kayaknya suka gangguin orang pacaran, tuh lihat aja dia datang sambil minta makan.

feeding bird.jpg

Makan Makan

Ah iya ada sedikit kelucuan di sini, bagaimana tidak saya nemu makanan orang jawa. Lalu saya masuk dan lihat menu gado-gado seharga €5 karena kepengen terus nyoba nanya. Tapi apa mau dikata harapan makan gado-gado di Belanda pupus

 

Den Haag

Perjalanan Ke Den Haag sebenernya tidak masuk dalam itenerary waktu itu namun salah seorang teman  mengajak kami kesana. Satuhal yang bodoh saat di sana Kami naik metro tanpa tiket. Karena menyadari kesalahan bodoh tersebut akhirnya kami berhenti di City Center. Padahal 1 teman tetap nekat menuju ke pantai walau tanpa tiket.Di Den Haag sedikit berbeda di city center banyak orang berlalu-lalang. Kami sempat singgah di Perpustakaan Kota Tersebut demi melepas sedikit penat, dan numpang solat (walaupun solatnya tetap duduk).

Setelah matahari tenggelam, kami memutuskan berkeliling kota tanpa arah dan tujuan hanya pakai insting dan google maps Den Haag saat malam cukup indah. Karena saat itu mendekati natal ada atraksi lampu di salahsatu sudut kota. Nggak Nyesel sih ke sini setelah lihat atraksi macam ini walaupun badan lelah dan letih.

night market den hag.jpg

Christmas Market Den Haag

ediutomoputra

Born in Palu, grew in Palu, Malang, Porto.
Falling In Love with Photography,
Some of photo can be found at Instagram.com/ediutomoputra

Back To Top